A Tale of Strong Woman


Sebenarnya saya tidak terlalu suka membaca otobiografi. Somehow, su’udzon saya, autobiography show some kind of arrogancy. Padahal enggak juga, saya aja yang nyinyir 😛
But, this book don’t show it at all. Otobiografi ini ditulis sedemikian rupa hingga serasa membaca novel. Sangat mengalir dan menyenangkan.

Saya selalu tertarik dengan cerita tentang wanita, perempuan yang memikul tanggung jawab moral dan sosial dari perannya, menjadi dewasa dan kuat dari proses panjang meskipun melelahkan.

Buku ini menceritakan satu dari banyak perempuan hebat yang sangat menginspirasi. Seorang perempuan kuat dari Cina-Amerika dalam Otobiografinya, Menekuk tanpa Menjadi Patah (Bend not Break)

Otobiografi ini ditulis oleh Ping Fu, CEO dan pendiri Geomagic, perusahaan 3D software yang merupakan perempuan Cina yang kemudian merantau ke Amerika Serikat. Ping Fu lahir dan besar di masa pergolakan Cina dengan ideologi Sosialisnya. Cultural Revolution. Tumbuh dan menjadi dewasa dari kenestapaan proses “purifikasi” ala Sosialis yang tidak manusiawi.

Panjang dan lebar jika saya ceritakan detail demi detail kehidupan dan kenestapaan perempuan kuat ini di masa kecilnya. Dipisahkan dari keluarganya. Membesarkan adiknya yang berumur 4 tahun saat dirinya berumur 8 tahun. Dihina dan direndahkan karena tumbuh dalam keluarga sejahtera hingga menjadi korban kekerasan seksual yang sangat tidak manusiawi. Akan lebih dramatis jika kalian membacanya sendiri 😊

Selain menunjukkan betapa kejamnya efek Sosialis di Cina, kekuatan seorang perempuan dalam mempertahankan hidupnya adalah hal hebat yang saya pelajari dalam buku ini.

Plotnya yang maju mundur, plot yang jarang digunakan dalam otobiografi, sangat menarik hati bagi saya.

Terlepas dari dinamika kehidupan Ping Fu, saya melihat Ping Fu sebagai sosok kuat yang manusiawi. Melalui proses panjang yang traumatis dan menyakitkan, membangun konsep diri dan resilensi yang luar biasa. Namun bukan berarti tetiba ia menjadi sosok yang super. Pergolakannya dengan pekerjaan dan passion kariernya. Kehidupan pernikahannya yang kandas. Dan sakit hati yang masih tertinggal pada tanah asal kediriannya. Menakjubkan namun terasa dekat. Entah mengapa saat membaca buku ini, aroma kehidupannya saya rasai pedihannya.

Membaca buku ini membuat saya berpikir banyak mengenai perempuan-perempuan. Perempuan-perempuan yang tumbuh menjadi kuat. Ibu, wanita karier, kakak perempuan, anak perempuan, perempuan apapun itu. Kokoh tapi hangat. Tangguh namun lembut.

Perempuan kuat nan hebat itu, suatu saat saya akan bertumbuh menjadi sedewasa itu. Semoga 😇

Advertisements

5 thoughts on “A Tale of Strong Woman

  1. Aku selalu takut membaca kisah2 wanita yg mengalami kekerasan, terutama kekerasan seksual
    Menyeramkan sekali mba 😭

    Tapi sepertinya pesan dan hikmah yang mba amal dapat sangat bagus… jadi pengen baca… pinjem dong… *eh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s